Sambutan
Rektor Podomoro University
Cosmas Batubara

Ketika saya berurusan dengan ketenagakerjaan sekitar 20 tahun lalu, banyak pekerjaan yang ternyata tidak dapat diisi oleh tenaga kerja dari Indonesia. Pada tahun 2003, berdasarkan data dari Departemen Tenaga Kerja, ada 97.645 ijin kerja untuk pekerja asing yang meliputi: 9.768 pekerja profesional, 18.925 konsultan/ penasehat, 15.529 manajer, 9.271 direktur, 8.533 teknisi, 5.590 supervisor, dan 1.033 komisaris. Hal ini terjadi karena adanya ketidakseimbangan antara pasokan dari dunia pendidikan dengan kebutuhan dunia pekerjaan. Belajar dari hal itu, kami sadar akan pentingnya pendidikan bagi negara kita. Kita perlu membenahi hal ini demi menciptakan Indonesia yang lebih baik. Ini bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi semua pihak, termasuk swasta.
 
Grup kami, Agung Podomoro, ingin ikut berpartisipasi dan berkontribusi di bidang pendidikan dengan membagikan pengetahuan dan pengalaman dari area-area yang sudah kami geluti sejak lama, seperti arsitektur, konstruksi, perhotelan, kewirausahaan, dan keuangan. Atas dasar keinginan mulia inilah, Bapak Trihatma Kusuma Haliman mendirikan Podomoro University melalui Yayasan Pendidikan Agung Podomoro.
 
Di Podomoro University, pendidikan dikembangkan tidak hanya sebagai pendidikan umum, tetapi juga sebagai pembelajaran melalui pengalaman kerja. Kami menyiapkan para mahasiswa agar kelak setelah lulus langsung siap bekerja, dan juga siap berwirausaha. Untuk itulah, Podomoro University menggabungkan konsep kewirausahaan dan standar internasional ke dalam kurikulumnya. Kami juga mendidik para mahasiswa agar siap masuk ke ajang bisnis global dimana mereka akan menjadi lulusan cerdas yang akan berjuang untuk menjadikan Indonesia yang lebih maju dan inovatif.